Psikologi

Psikologi

Selasa, 29 April 2014

SAY NO TO GALAU (ABSURD)

Gue hari ini pengen bahas mengenai Perubahan psikologi manusia waktu lagi PDKT atau Pendekatan. Pendekatan bisa kemana aja, bisa ke tembok ato ke gerobak siomay, tapi kali ini gue mau bahas mengenai pendekatan ke gebetan. Apa itu gebetan?? Gebetan adalah orang (biasanya sih manusia, kalo bukan, mungkin anda mengalami gangguan orientasi seksual, dan juga tidak berlaku kalo sesama jenis) yang lu pengen deketin atau lebih jauh lagi pacarin, lamarin, tunangin, hamilin, ato apa kek.

gue dapet inspirasi di motor setelah gue ga sengaja kepikiran teori evolusi Darwin. Gue berpikir, kalo fisik bisa berevolusi, harusnya hati juga bisa, dan hati yang menurut gue paling cepat mengalami perubahan adalah ketika ada masalah dan sedang jatuh cinta.

Sebagai pakar yang tidak ahli dan tidak terpelajar, gue mulai berpikir dengan semampu gue dan akhirnya gue bisa menyimpulkan ada 4 perubahan hati manusia pra-PDKT sampai pasca-PDKT. Gue mulai aja ye :

1. SIAPA DIA?
Pada masa ini seseorang akan melihat seseorang dan bertanya-tanya mengenai orang yang disukai tersebut. Apabila suka pada pandangan pertama biasanya perubahan hati terjadi begitu cepat dan signifikan. Tapi apabila suka dengan proses yang panjang, seperti sudah 2 tahun berteman dan baru suka 2 tahun kemudian, maka perubahan ini akan terjadi pelan-pelan. Pada fase ini seseorang akan berusaha menggali informasi mengenai yang orang/gebetannya tersebut. Berbagai cara dilakukan seperti stalking, ngikutin gosip yang beredar tentang dia, sampai cari tau warna kotoran kesukaannya. Pada fase ini orang tersebut akan memfokuskan perhatian kepada (calon) gebetannya.

2. SIAPA SAYA?
Pada fase ini orang tersebut sudah mulai mengenal calon gebetannya. Mulai dari sifat, sikap dan gaya hidup dari orang tersebut. Ketika orang tersebut sudah sampai pada fase ini, orang tersebut akan mulai bertanya-tanya mengenai dirinya dan posisi dia di dalam hubungan tersebut. Biasanya yang menjadi pertanyaan adalah "Pantas ga sih aku buat dia??" pertanyaan ini kerap muncul di dalam benak seseorang dalam fase ini. buat yang bermental lemah atau pesimisan, biasanya akan mundur teratur pada fase ini. Tapi yang mentalnya kuat, pantas ga pantas pasti bakal terus mau. Yang penting jajal dulu, ga suka uang kembali -____-"

3. SIAPA KITA??
Pada fase ini biasanya orang tersebut sudah percaya diri untuk membangun hubungan lebih jauh bersama gebetannya. Dan orang tersebut akan mempertanyakan status hubungan mereka. Apakah mereka friendzone, kaka-adekan, jadian atau mamah-papahan. Pada fase ini biasanya orang tersebut sudah atau akan menyatakan cinta kepada gebetannya sehingga keputusan baru bisa di ambil setelah keduanya memutuskan.

4. SIAPA ANDA??
Nah, kalo sudah sampai disini biasanya orang tersebut sudah resmi jadian dengan gebetannya. Ketika pada fase ini, orang tersebut akan mempertanyakan mengenai orang-orang yang ada di sekeliling mereka, entah itu akan di akui sebagai teman maupun saingan. Fokus orang tersebut kini sudah meluas ke luar dan meluas. Tapi kalo lu udah sampe di fase ini, berpikirlah matang2 sebelum memutuskan posisi orang lain dalam hubungan kalian, bertemanlah dengan yang pantas menjadi teman, jauhilah orang yang pantas di jauhi. Kalo perlu diskusi karena kalo mengambil keputusan sepihak dalam fase ini, dan salah, lu bakal kehilangan kepercayaan gebetan lu.

Nah, itu dia yang jadi materi gue di tulisan gue kali ini. gue harap ini berguna buat lu yang baca.
Salam terakhir dari gue,,




"SAY NO TO GALAU"

Psikosomatis

Pernahkah teman-teman mengalami kondisi dimana tubuh kita sedang dalam kondisi sehat atau baik-baik saja, tapi tiba-tiba menjadi sakit ? kepala pusing, perut mual, ulu hati nyeri, dan keringat dingin bahkan seluruh tubuh , menjadi tidak nyaman. Bisa jadi teman-teman mengalami apa yang dinamakan psikosomatis. Tentu saja ada penyebabnya, bisa jadi bukan karena fisik kita yang sakit loh.

Jadi psikosomatis adalah : kondisi di mana sejumlah konflik psikis atau psikologis dan kecemasan menjadi sebab dari timbulnya macam-macam penyakit jasmaniah atau justru membuat semakin parahnya suatu penyakit jasmaniah yang sudah ada. Terdapat kaitan antara tubuh dengan jiwa. Contohnya, kemunculan emosi-emosi tertentu bisa disebabkan oleh faktor mental, namun juga oleh faktor jasmaniah. Maka jelas ada interdepensi atau saling ketergantungan antara proses mental dengan fungsi somatis/fisis. Konflik-konflik batin dan kecemasan-kecemasan hebat yang terus menerus bisa menjadi sebab dari timbulnya macam-macam penyakit soma. Dalam hal ini, ada kegagalan pada sistem syaraf dan sistem fisik untuk memperingan atau menyerap kecemasan dan konflik psikis tadi. Lalu muncul psychosomatic disorder atau gangguan/kekacauan psikosomatik. Dengan kata-kata lain: kondisi jiwa menentukan timbulnya penyakit soma/ badan. Sebagai contoh, oleh rasa ketakutan yang hebat, detak jantung menjadi sangat cepat dan ada kelelahan yang ekstrem dari reaksi asthenis. Percepatan detak jantung dan reaksi asthenis itu, kedua-duanya adalah betul-betul gejala fisiologis atau jasmaniah yang disebabkan oleh konflik-konflik emosional yang sifatnya psikologis. Reaksi somatis ini bisa mengenai segenap fungsi dan sistem-sistem organis penting dari badan manusia. Misalnya mengenai: lambung perut, alat pencernaan, sistem peredaran darah, alat pernapasan, sistem kelenjar, alat kelamin, sistem persendian, kulit, limpa, jantung, ginjal dan lain-lain. ( Sumber : Wikipedia ).

Itu yang saya rasakan dua hari yang lalu, setidaknya saya merasa kondisi fisik saya sebelumnya baik-baik saja tapi setelah saya mengunjungi Mama dari sahabat saya yang sedang dalam perawatan kanker payudara yang sudah metastase ke paru-paru dan mendengar kabar dari sahabat saya yang juga sedang dalam kondisi menurun terkait kanker otaknya membuat saya sedikit emosional dan tubuh saya sakit semua. Saya menjadi sangat sensitif jika berkaitan dengan kanker, sekuat hati saya menguatkan sahabat-sahabat saya tapi disisi lain saya khawatir pada banyak hal termasuk tumor yang ada pada liver saya.

Saya tidak sepengecut ini sebenarnya, saya hanya menjadi ikut merasakan kesedihan sahabat saya dan kesakitan Mamanya yang terus menatap saya kemarin itu. Juga sahabat saya yang lain yang sedang berperang melawan kanker otaknya. Sedih rasanya melihat foto yang dikirimkan pada saya, melihat kepalanya gundul terlilit perban dengan harapan yang nyaris redup dari sinar matanya.

Sahabat saya bercerita bahwa Mamanya kehilangan semangat, dia bercanda mengatakan  " dimana ya yang jual semangat ? dan kasihlah Neng separuh semangatmu untuk Mama "
Andai saja semangat bisa diberikan ya Teh ? Sayangnya semangat harus dibangkitkan dari dalam diri sendiri, kita bisa mensuport dan membantu sahabat atau siapapun dengan kalimat-kalimat penuh semangat dan harapan,dengan dukungan dan doa. Tapi tetap saja, semangat hanya akan tumbuh dari niat dan diri sendiri. Mama sahabat saya memang tampak kelelahan, setelah menjalani operasi dan beberapa kali khemotheraphy diusianya yang hampir 60 tahun, tentu saja fisiknya lelah dan tidak sekuat fisik mereka yang jauh lebih muda.

Sahabat saya yang lain mungkin lebih kuat, saya tahu pasti dia tidak akan mudah menyerah dengan kanker otaknya. Saya ingat janji-janjinya untuk tidak akan mengalah pada kanker. Dulu dia adalah pensuport hebat bagi sahabat-sahabatnya yang terkena kanker termasuk pensuport hebat bagi saya. Entahlah mengapa Tuhan juga mengenalkan kanker pada tubuhnya secara langsung.

Apa yang bisa dilakukan dengan tubuh yang terkontaminasi hingga mengubah sel yang ada pada ditubuh kita sendiri menjadi sel jahat ? mereka adalah sel-sel tubuh kita sendiri. Dan sekali saja kanker tumbuh disana, benarkah selamanya hidup kita akan dibayangi kehadirannya.
Aku pernah bertanya pada dokterku ketika 5 tahun setelah operasi, tumor itu tumbuh lagi di usus besarku. " Dok, kenapa bisa tumbuh lagi ? bukankah saya juga sudah hidup sehat ? "
Dan dokter memberikan jawaban yang membuat saya mematung sekian lama, " Mungkin tubuhmu ada kecenderungan untuk membuatnya tumbuh dan tumbuh lagi ".

Hari ini kepala saya masih sakit dan abdomen nyeri, entah dimana yang salah. Psikosomatis seperti yang saya bahas diatas, atau mungkin karena tubuh saya minta jeda sejenak untuk beristirahat. Entahlah...

" Carilah Dokter yang lebih percaya pada Tuhan daripada asosiasi
kedokteran, maka Anda telah menemukan mutiara "
~ Jason Winters, Killing Cancer ~

Pengertian Psikologi

Psikologi berasal dari kata dalam bahasa Yunani Psychology yang merupakan gabungan dan kata psyche dan logos. Psyche berarti jiwa dan logos berarti ilmu. Secara harafiah psikologi diartikan sebagai ilmu jiwa. Istilah psyche atau jiwa masih sulit didefinisikan karena jiwa itu merupakan objek yang bersifat abstrak, sulit dilihat wujudnya, meskipun tidak dapat dimungkiri keberadaannya. Dalam beberapa dasawarsa ini istilah jiwa sudah jarang dipakai dan diganti dengan istilah psikis.

Pengertian Psikologi Menurut Beberapa Ahli

Ada banyak ahli yang mengemukakan pendapat tentang pengertian psikologi, diantaranya:
  1. Pengertian Psikologi menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid 13 (1990), Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan binatang baik yang dapat dilihat  secara langsung maupun yang tidak dapat dilihat secara langsung.
  2. Pengertian Psikologi menurut Dakir (1993), psikologi membahas tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungannya.
  3. Pengertian Psikologi menurut Muhibbin Syah (2001), psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk , berjalan dan lain sebgainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.
  4. Dari beberapa definisi tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia, baik sebagai individu maupun dalam hubungannya dengan lingkungannya. Tingkah laku tersebut berupa tingkah laku yang tampak maupun tidak tampak, tingkah laku yang disadari maupun yang tidak disadari.
Dapat diketahui bahwa pengertian psikologi merupakan ilmu tentang tingkah laku. Pada hakekatnya tingkah laku manusia itu sangat luas, semua yang dialami dan dilakukan manusia merupakan tingkah laku. Semenjak bangun tidur sampai tidur kembali manusia dipenuhi oleh berbagai tingkah laku. Dengan demikian objek ilmu psikologi sangat luas. Karena luasnya objek yang dipelajari psikologi, maka dalam perkembangannya ilmu psikologi dikelompokkan dalam beberapa bidang, yaitu :


  1. Psikologi Perkembangan, yaitu ilmu yang mempelajari tingkah laku yang terdapat pada tiap-tiap tahap perkembangan manusia sepanjang rentang kehidupannya.
  2. Psikologi Pendidikan, yaitu ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam situasi pendidikan.
  3. Psikologi Sosial, ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam berhubungan dengan masyarakat sekitarnya.
  4. Psikologi Industri, ilmu yang mempelajari tingkah laku yang muncul dalam dunia industri dan organisasi.
  5. Psikologi Klinis, ilmu  yang mempelajari tingkah laku manusia yang sehat dan tidak sehat, normal dan tidak normal, dilihat dari aspek psikisnya.
Demikianlah beberapa pengertian psikologi menurut para ahli, mudah-mudahan dapat membantu.